Arsip untuk November, 2011|Halaman arsip bulanan

Rasa Takut

Adalah hal yang wajar jika seseorang dihinggapi rasa takut saat ditanya oleh seseorang mengenai sesuatu.

Tidak hanya saat ditanya mengenai sesuatu yang tidak diketahuinya, rasa takut itupun bisa jadi muncul pada seseorang saat dia ditanya akan sesuatu yang dia ketahui.

Untuk keadaan yang pertama, yakni rasa takut saat ditanya mengenai sesuatu yang tidak diketahuinya, adalah hal yang mudah untuk dipahami. “Wah, aku nggak tahu tentang hal itu kok malah ditanyakan sih? Jawaban yang aku keluarkan pasti salah nih..”, adalah kalimat yang mewakili keadaan pertama ini. Untuk keadaan yang kedua, yakni rasa takut saat ditanya mengenai sesuatu yang dia ketahui, adalah cerminan dari keraguan yang ada di dalam hati orang yang ditanya. “Hmmm, bener nggak yah apa yang aku pahami selama ini? Jangan-jangan aku salah konsep / memahami mengenai hal ini?”, adalah kalimat yang mewakili keadaan kedua ini.

Memang sering kali sebuah rasa takut akan menghambat seseorang untuk mengambil tindakan. Tetapi untuk dua keadaan di atas, jika disikapi dengan benar, rasa takut tersebut bisa jadi akan membuat seseorang untuk menjadi lebih baik (dalam arti rasa takut tersebut akan menjadi sebuah cambuk / pendorong yang menjadikan diri sendiri lebih siap dan mumpuni saat harus memberikan sebuah jawaban).

Rasa takut saat ditanya adalah hal yang lumrah. Namun jangan sampai rasa takut tersebut menjadikan diri kita enggan untuk mempelajari sesuatu (karena berpikir cara paling aman untuk menghindari pertanyaan adalah dengan tetap mempertahankan ketidaktahuan yang dimilikinya sehingga dia selalu bisa menjawab “Aku tidak tahu” saat ditanya), lebih-lebih menjadikan kita enggan menjawab pertanyaan padahal kita mengetahui jawabannya hanya karena takut memberikan jawaban yang salah. Tempatkanlah rasa takut saat ditanya pada proporsi yang benar. Jadikanlah rasa takut tersebut sebagai pendorong diri kita untuk mempelajari sesuatu dengan lebih benar lagi. Jangan sampai rasa takut tersebut menghalangi diri kita untuk berbagi ilmu kepada orang lain, yang notabene merupakan langkah kita untuk berbagai lentera kehidupan dengan orang lain. Yakinlah bahwa Allah SWT akan menuntun diri kita, termasuk dalam hal berbagi cerita ilmu kepada orang lain, saat kita melaksanakannya dengan niatan dan proses yang benar.

Wallaahu’alam.

-ditujukan pada diri sendiri, dan juga pada sesama yang melangkah di jalan bernama “pendidik”-

Masih Tetap Lapar

Masih tetap lapar akan hasil,

Masih tetap lapar akan performansi,

Masih tetap lapar akan gelar.

Moga ke depannya menjadi jauh lebih baik dan moga niatan menjadikan hal2 tsb sbg media da’wah dalam kerangka media ibadah kepada-Nya tidak berubah. Aamin Yaa Rabb.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.